Putra Bawean

Nurul Anwar Zakariya_* ‎زكريا‎ نور الأنوار‎

10 Kualitas Pribadi yang Disukai Wednesday,October 7, 2009

Filed under: Uncategorized — nuanza @ 8:12 pm

Ketulusan
150px-four_temperament_b
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati

Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.

Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Positive Thinking

Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Keceriaan

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Bertanggung jawab

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Percaya Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Easy Going

Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

Empati

Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Source RsensiNET

Advertisements
 

Kegiatan di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan jawa timur Saturday,October 3, 2009

Filed under: Uncategorized — nuanza @ 8:50 am
Tags:

Ini kegiatan Madrasiyah dan Ma’hadiyah PPS

logoSetiap tahun agenda Pondok Pesantren sidogiri diantaranya Mengirim Guru Tugas yang di naungi Penanggung Jawab Urusan Guru Tugas ( PJ-UGT ).
Untuk pemantapan akidah Ahlusunah wal Jamaah Para calon Guru Tugas harus mengikuti pelatihan di Ponpes Sidogiri Selama Satu Bulan biasanya selesai pada pertengahan setiap bulan Ramdlan, itu artinya para calon Guru Tugas yang akan diberangkatkan pada pertengahan bulan Syawal tersebut ada beban tidak boleh pulang pada bulan Ramadhan.
Berikut Kegiatan Santri Pon Pes SIDOGIRI

KEGIATAN-KEGIATAN SANTRI PONDOK PESANTREN SIDOGIRI

Kegiatan di PPS dibagi menjadi dua macam, yaitu kegiatan Ma’hadiyah dan kegiatan Madrasiyah. Kegiatan Ma’hadiyah adalah kegiatan yang harus diikuti seluruh santri yang mukim di PPS. Sedangkan kegiatan Madrasiyah adalah kegiatan yang harus diikuti seluruh santri yang mukim di PPS dan murid yang sekolah dari rumah walinya, sesuai dengan tingkatan madrasah masing-masing.

I. KEGIATAN MA’HADIYAH

Kegiatan ini dimulai pukul 03.30 (setengah empat dini hari) sampai pukul 00.00 waktu istiwa’, yang tentunya diselingi waktu istirahat. Jenis kegiatan Ma’hadiyah yang ditetapkan oleh Pengurus bermacam-macam, sesuai dengan tingkatan santri. Jenis kegiatan tersebut sebagaimana berikut:

1. Tahajud dan Witir Bersama

Kegiatan ini harus diikuti seluruh santri dan dimulai pukul 03.30 wis (setengah empat dini hari). Pada waktu ini semua santri dibangunkan dari tidur, kecuali santri yang mukim di Daerah J (dibangunkan pukul 04.00). Setelah mandi/berwudhu, seluruh santri harus melaksanakan salat Tahajud dan Witir.

Untuk murid kelas VI Ibtidaiyah, murid Tsanawiyah, dan anggota Kuliah Syariah yang tidak bertugas di Daerah-nya, kegiatan ini bertempat di masjid, dibawah pengawasan Kepala Bagian Ubudiyah dan bawahannya. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca Asma’ul Husna bersama, dengan dipimpin seorang santri yang ditunjuk.

Sedangkan untuk kelas I sampai V Ibtidaiyah dan murid Isti’dadiyah, kegiatan ini bertempat di Daerah, di bawah pengawasan Pengurus Daerah. Kemudian dilanjutkan dengan membaca wirid-wirid mu’tabaroh, dipimpin Ubudiyah Daerah dan stafnya.

2. Salat Subuh Berjamaah

Salat berjamaah Subuh ini bertempat di masjid bagi murid kelas VI Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan anggota Kuliah Syariah yang tidak bertugas di Daerah-nya. Sedangkan murid kelas I sampai V Ibtidaiyah dan murid Isti’dadiyah bertempat di Daerah.

3. Takrar Nazham
Kegiatan ini khusus untuk murid kelas I sampai V Ibt dan murid Isti’dadiyah. Bertempat di Daerah masing-masing, di bawah pengawasan Ta’limiyah Daerah dan stafnya.

4. Jam Belajar

Kegiatan jam belajar ini dibagi dua, pagi dan malam. Bertempat di Daerah. Yaitu pagi setelah salat Subuh s/d pukul 06.00, dan malam pukul 09.00 s/d 10.00. Untuk jam belajar setelah Subuh, pada hari-hari tertentu diisi pengajian kitab oleh Kepala Kamar masing-masing, dengan materi yang telah ditetapkan oleh Pengurus Daerah.

5. Salat Dhuha Berjamaah

Kegiatan ini untuk murid kelas I sampai IV Ibtidaiyah dan murid Isti’dadiyah. Waktunya pukul 06.30 s/d 06.45 pagi, dan bertempat di Daerah. Kegiatan ini khusus santri yang bermukim di selain Daerah K, L, dan H, kecuali pada hari Jumat. Setiap hari Jumat, salat Dhuhah berjamaah diganti musyawarah di Daerah.

Kemudian setiap hari Selasa, sebelum pelaksaan salat Dhuha berjamaah, diisi khataman al-Quran. Khusus di Daerah I, kegiatan salat Dhuha berjamaah ini harus diikuti oleh seluruh santri dari semua tingkatan.

6. Pengajian Kitab Kuning
Pengajian kitab kuning ada yang diasuh langsung oleh Kiai/Pengasuh, dan ada yang dibacakan guru-guru yang telah ditunjuk Kepala Bagian Ta’limiyah dengan persetujuan Ketua III PPS.

Pengajian kitab kuning oleh Pengasuh adalah kegiatan inti atau pokok di PPS, bertempat di Surau H dan harus diikuti seluruh santri yang tergolong (1) anggota Kuliah Syariah non guru (telah lulus Tsanawiyah dan selesai tugas mengajar di luar PPS, tapi tidak bersekolah di Aliyah), (2) guru yang sedang tidak bertugas, dan (3) murid Aliyah.

Sedangkan santri tingkat Tsanawiyah, Ibtidaiyah, dan Isti’dadiyah sangat dianjurkan untuk mengikuti pengajian yang diasuh oleh Pengasuh. Materi pengajian kitab kuning oleh Pengasuh biasanya adalah kitab Ihya’ Ulūmiddīn, Shahīh Bukhāri, Fathu al-Wahhāb, I’ānah ath-Thālibīn (pagi); Tafsīr Jalālain (sore); dan Jam’u al-Jawāmi’ (malam).

Sementara itu, mengikuti pengajian kitab yang dibacakan guru-guru, hanya bersifat anjuran bagi semua santri yang ingin mengikutinya. Tempatnya di ruang-ruang MMU atau Daerah, waktunya setelah pengajian al-Qur’an Magrib. Materi pengajian kitab kuning oleh guru-guru adalah kitab-kitab kecil dalam bidang Fikih, Akhlak, Tasawuf, Nahwu, dll.

7. Musyawarah

Di PPS, kegiatan musyawarah kitab kuning untuk anggota Kuliah Syariah diselenggarakan setiap malam, pukul 09.00 s/d 10.00. Tempatnya di ruang-ruang MMU. Khusus malam Selasa, musyawarah dilaksanakan pukul 08.00 s/d 10.00.

Sedangkan untuk tingkat Tsanawiyah, sesuai dengan ketentuan Daerah dan kelasnya, musyawarah dilaksanakan pada Selasa pagi pukul 05.30 s/d 07.00, bertempat di ruang MMU. Dan bagi santri kelas V & VI Ibtidaiyah serta V, VI, dan VII Isti’dadiyah dilaksanakan pada Jumat pagi pukul 06.00 s/d 07.00, bertempat di Daerah.

Selain itu, kegiatan musyawarah ada yang diistilahkan dengan musyawarah gabungan antar Daerah, bagi kelas III Tsanawiyah. Musyawarah ini membahas masalah waqi’iyah (kejadian di masyarakat). Dilaksanakan setiap Jumat pagi pukul 07.30 s/d 09.45 dan bertempat di Daerah sesuai urutannya. Begitu pula dengan kelas II & III Tsanawiyah, ada musyawarah gabungan Jumat Pagi, tapi bertempat di ruang MMU.

8. Salat Dhuhur & Ashar Berjamaah

Kegiatan ini untuk murid Ibtidaiyah dan Isti’dadiyah, dimulai pukul 12.20 s/d 12.45. Bertempat di Daerah untuk kelas I sampai V, dan bertempat di masjid untuk kelas VI.

9. Salat Maghrib Berjamaah

Kegiatan ini bertempat di masjid untuk kelas VI Ibtidaiyah, murid Tsanawiyah, dan semua anggota Kuliah Syariah yang tidak bertugas di Daerah-nya. Sedangkan kelas I sampai V Ibtidaiyah dan murid Isti’dadiyah bertempat di Daerah.

10. Mengaji al-Quran

Mengaji al-Quran harus diikuti oleh seluruh santri selain kelas VI Ibtidaiyah & III Tsanawiyah, setelah salat Maghrib berjamaah. Kegiatan ini diselenggarakan setiap malam, selain malam Selasa dan malam Jumat.

Kegiatan mengaji al-Quran bertempat di Daerah untuk anggota Kuliah Syariah dengan cara tadarus. Bertempat di kamar-kamar Daerah untuk kelas I sampai V Ibtidaiyah dan murid Isti’dadiyah. Dan bertempat di ruang-ruang MMU untuk kelas I & II Tsanawiyah. Untuk Ibtidaiyah dan Tsanawiyah dipandu oleh seorang mu’allim (guru mengaji).

Selain itu, bagi murid kelas III Tsanawiyah harus mengaji al-Quran di pagi hari pukul 06.05 s/d 06.30, selain Selasa dan Jumat, dengan cara tadarus. Tempatnya di Daerah. Tadarus ini bagi santri selain warga Daerah K, L, dan H yang harus mengikuti kursus bahasa Arab dan Inggris (pukul 06.15 s/d 07.15), selain hari Selasa dan Jumat. Untuk Daerah K, L, dan H, tergantung pengaturan waktu oleh Pengurus Daerah-nya masing-masing.

11. Baca Salawat

Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam untuk kelas VI Ibtidaiyah dan III Tsanawiyah, bertempat di masjid setelah pelaksanaan salat Maghrib berjamaah. Khusus malam Selasa, ditambah dengan kelas I dan II Ts. Kegiatan baca shalawat pada malam Selasa juga dilaksanakan di Daerah, yang harus diikuti oleh kelas I sampai V Ibtidaiyah dan murid Isti’dadiyah. Setelah baca shalawat pada malam Selasa itu, diadakan penerangan/ceramah.

12. Kursus Pengkaderan Ahlusunah wal Jamaah (Annajah)

Kursus Annajah ini khusus murid Tsanawiyah, sesuai dengan tingkatan kelas. Tujuannya untuk pemantapan akidah Ahlusunah wal Jamaah dan pelatihan calon Guru Tugas. Dilaksanakan pada malam-malam tertentu pada pukul 09.00 s/d 10.00, dengan jadwal dan tempat yang telah diatur oleh Kepala Bagian Ta’limiyah.

13. Baca Burdah

Kegiatan ini dilakukan bergantian setiap malam, sesuai dengan urutan Daerah yang ditetapkan Pengurus. Pembacaan Burdah ini dilakukan dengan dua cara, Burdah keliling dan Burdah di Daerah.

Burdah keliling dibaca sambil mengelilingi komplek pesantren oleh semua santri tingkat Tsanawiyah, yang berbaris dua-dua, sepuluh jejer dari depan membaca Ayat Kursi. Sedangkan Burdah di Daerah dibaca bersama di Daerah, dengan seorang pemandu yang telah ditunjuk oleh Pengurus.

Kegiatan ini dilaksanakan pukul 11.30 s/d 12.00 malam, kecuali bagi Daerah J & I. Untuk Daerah J, pelaksanaannya setelah salat Subuh berjamaah, bertempat di Daerah. Dan untuk Daerah I, pelaksanaannya setelah Tahajud dan Witir bersama, juga bertempat di Daerah.

14. Baca Diba’

Pembacaan Diba’ dilaksanakan setiap malam Jumat, pukul 07.30 s/d 08.30 malam. Bertempat di masjid untuk anggota Kuliah Syariah yang tidak bertugas di Daerah. Dan bertempat di Daerah untuk tingkat Isti’dadiyah, Ibtidaiyah, dan Tsanawiyah. Pembacaan Diba’ ini dipimpin oleh santri yang telah ditunjuk oleh Pengurus.

15. Gerak Batin

Kegiatan ini bertempat di masjid, diikuti seluruh santri sesuai urutan Daerah-nya. Waktunya sama dengan pembacaan Burdah, yaitu pukul 11.30 s/d 12.00 malam. Gerak batin ini diisi dengan membaca Munjiyat yang diakhiri dengan membaca Hizbul-Futuh.

16. Jaga/Ronda Malam

Yang harus melaksanakan jaga atau ronda malam ini hanya santri yang berada di tingkat Tsanawiyah, setiap malam empat anak dari setiap Daerah. Waktunya pukul 12.00 s/d 03.00, dengan cara berpindah-pindah dari satu pos jaga ke pos jaga yang lain.

17. Baca Munjiyat

Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah Jumat sore, pukul 05.00 s/d 06.00. Bertempat di Daerah.

18. Baca Ratibu al-Haddad
Pembacaan wirid ini hanya dilaksanakan oleh santri kelas I sampai V Ibt dan murid Isti’dadiyah, dengan dipandu oleh Ubudiyah Daerah. Pelaksanaannya setelah salat Subuh berjamaah, bertempat di Daerah.

19. Baca Surat Kahfi

Semua santri harus mengikuti kegiatan ini setelah salat Subuh berjamaah hari Jumat. Bertempat di Daerah.

20. Olahraga

Kegiatan ini diikuti semua santri, bertempat di lapangan PPS dengan dipimpin oleh seorang pemandu yang telah ditunjuk oleh Pengurus. Waktu pelaksanaannya setelah salat Subuh berjamaah, dengan mengikuti jadwal yang telah ditentukan untuk masing-masing Daerah, kecuali Daerah I.

Untuk Daerah I, olahraganya juga dilaksanakan setelah salat Subuh berjamaah, tapi bertempat di lapangan desa Sidogiri. Cara olahraga, berlari keliling lapangan tiga kali. Setelah olahraga, belajar bersama di Daerah.

21. Tahfizh al-Qur’an

Kegiatan ini dikhususkan bagi santri yang berminat menghafal al-Qur’an, bertempat di Daerah A lantai dua. Tahfizh al-Qura’n ini hanya diperuntukkan bagi tingkat Tsanawiyah ke atas. Untuk Ibtidaiyah dan Isti’dadiyah, hanya santri yang hafal al-Qur’an 10 juz lebih yang boleh masuk Tahfizh al-Qur’an.

Sedangkan kegiatannya, menyetor hafalan ke Pembina setiap hari, pukul 06.00 s/d 07.30 pagi, setelah Ashar s/d pukul 05.00 sore, dan setelah salat Isya’ s/d 09.00 malam. Pada hari Selasa, mulai pukul 07.30 pagi sampai selesai menyetor ke wakil Pembina di dalem. Pada hari Selasa pukul 08.00 s/d 09.00 pagi dan Jumat pukul 10.00 s/d 11.30 siang takrar silang antar sesama anggota.
Selain itu, latihan fashahah (kefasihan) dan murattal (membaca tartil) dilaksanakan setiap malam Selasa setelah salat Maghrib sampai Isya’.

II. KEGIATAN MADRASIYAH3__320x240_allah2

1. Masuk Sekolah

Waktu masuk sekolah berbeda-beda sesuai dengan tingkatan madrasah, dan bertempat di ruang-ruang MMU yang telah ditentukan. Untuk tingkat Isti’dadiyah dilaksanakan pukul 07.30 pagi s/d 10.50 siang, dengan istirahat satu kali (08.50 s/d 09.15 pagi). Sedangkan tingkat Ibtidaiyah dilaksanakan pukul 07.30 pagi s/d 12.10 siang, dengan istirahat dua kali (08.50 s/d 09.15 pagi dan 10.35 s/d 10.50 siang).

Untuk tingkat Tsanawiyah dilaksanakan pukul 12.20 siang s/d 05.00 sore. Sedangkan tingkat Aliyah pukul 12.40 s/d 05.00 sore. Tsanawiyah dan Aliyah istirahatnya dua kali.

2. Musyawarah Kelas

Musyawarah ini membahas pelajaran-pelajaran di kelas, dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pimpinan madrasah. Waktu pelaksanaannya sesuai dengan tingkatan madrasah.
Untuk Isti’dadiyah dilaksanakan pada pukul 10.50 s/d 12.00 siang. Untuk kelas I, II, dan III Ibtidaiyah dilaksanakan pada pukul 05.10 s/d 05.45 sore. Untuk kelas V & VI Ibtidaiyah dilaksanakan pada pukul 07.30 s/d 08.45 malam. Dan untuk tingkat Tsanawiyah dilaksanakan pada pukul 10.10 s/d 11.15 malam.

3. Mengaji al-Quran
Kegiatan ini harus diikuti oleh seluruh murid LPPS (dari Luar Pondok Pesantren Sidogiri) pada waktu kegiatan olahraga madrasah, sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pimpinan madrasah.

4. Pembinaan Baca Kitab

Bagi santri yang mukim di PPS, kegiatan ini dilaksanakan setiap malam Selasa. Sedangkan bagi murid LPPS dilaksanakan di rumah pembinanya, sesuai dengan tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh pimpinan madrasah.

5. Kursus Ilmu Jiwa dan Didaktik Metodik

Kursus ini merupakan kegiatan ekstra kurikuler bagi murid Tsanawiyah pada malam-malam tertentu. Waktu pelaksanaannya pukul 09.00 s/d 10.00 malam, dengan jadwal dan tempat yang telah diatur oleh pimpinan madrasah. Kursus Ilmu Jiwa (Psikologi) untuk kelas II Tsanawiyah, sedangkan Didaktik Metodik (Ilmu Pendidikan) untuk kelas III Tsanawiyah.

6. Olahraga

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari-hari tertentu, sesuai jadwal dari pimpinan madrasah. Kegiatan ini sama dengan masuk sekolah, karena dilaksanakan pada jam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). Yaitu pada jam pertama untuk tingkat Ibtidaiyah, dan pada jam terakhir untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah.
Jenis olahraga bagi murid Ibtidaiyah dan Tsanawiyah adalah kasti, sedangkan bagi murid Aliyah adalah voli. Untuk murid Ibtidaiyah dan Tsanawiyah, berangkat dan pulang olahraga dilakukan dengan berbaris.

 

Tradisi pada perayaan Maulid nabi yang tetap dilestarikan warga masyarakat Pulau Bawean Tuesday,September 15, 2009

Filed under: Uncategorized — nuanza @ 7:59 am
Tags:

suasana maulid nabi Muhammada saw, yang selalu aku rindukan walau saya berada jauh dari kampung halaman “Bawean Tercinta”

 

PKNU Klaim 40 Persen Suara Nahdliyin Tuesday,April 14, 2009

Filed under: Uncategorized — nuanza @ 12:00 am
Tags:

TERKINI – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Choirul Anam, mengklaim PKNU mendapat dukungan suara dari nahdliyin sebanyak 40 persen di Indonesia dalam pemilu legislatif.

 

Rahasia Angka Dlam al-Qur’an Monday,March 23, 2009

Filed under: Uncategorized — nuanza @ 6:58 pm

dibawah ini ada e-Book tentang Rahasia angka-angka dalam al-Qur’an

 

Domain Gratis Monday,March 9, 2009

Filed under: Uncategorized — nuanza @ 9:06 pm
Tags:

free domain coz in
Hallo semuanya,

ni aku ada domain gratis baru,
iseng-iseng browsing barusan…. hehehe…..

ni mirip kayak domain gratis co.nr
tapi kayaknya lebih bagus dikiiit.

langsung browse ke:
http://www.c-o.in

atau klo males cari link signup-nya daftar langsung aja ke
http://www.c-o.in/myred/register.php

ya… udah, untuk selanjutnya coba ndiri ajah.. okey?!
have fun and hasta la vista!!!
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori domain registration dengan judul Domain Gratis – coz.in

 

Aliran Sesat di Bawean Friday,February 20, 2009

Filed under: Uncategorized — nuanza @ 10:28 pm
Tags:

Menyoal Menjamurnya Aliran Sesat di Jatim (1)
Aliran sesat semakin menjamur di Jawa Timur. Di Blitar saja dalam waktu hampir bersamaan muncul dua aliran sesat. Setelah itu disusul dukun nyeleneh yang minta dipuja oleh para pasiennya di Pulau Putri, Bawean, Gresik. Sulitnya hidup diduga sebagai biang orang berlaku nyeleneh.

NAMANYA Soleh Ali Akbar. Si dukun ini berlaku aneh saat bersama pasiennya menggali kubur untuk jasadnya sendiri bila kelak meninggal. Ulahnya itu sebenarnya masih lumrah. Yang jadi soal, pria ini minta warga memuja kuburan isi jasadnya tersebut. Dia pun mengaku sebagai tuhan. Bukan hanya itu, dia juga melecehkan Al Quran. �Tapi kita heran juga, orang kayak gitu kok ya ada saja yang percaya bahwa dia sakti. Ini gejala apa?� kata Zainuddin, warga setempat.

Untuk itu MUI dan Muspika Sangkapura, Bawean, mendesak agar pihak berwenang menangkap Ali Akbar yang dinilai telah menistakan Islam. Aparat Polsek Sangkapura pun langsung bertindak menggerebek markas Ali Akbar. Sang dukun sempat pingsan sebelumnya akhirnya diringkus oleh polisi. Namun pria itu hanya mendekam di bui sehari. Pria berambut gondrong dan berkalung taring ini berhasil bebas dari tahanan Polsek Sangkapura setelah ada campur tangan pengacaranya, Musta�in, Rabu (11/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ali Akbar akhirnya kembali ke padepokannya di Gunung Temu Kunci Daun Timur Sangkapura.

Bebasnya dukun yang meresahkan warga Bawean ini, kata Kapolsek Sangkapura AKP H Zamzani, sesuai aturan sebab sampai saat ini pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka. Artinya, dia hanya ditahan selama 24 jam.

�Kalau pelaku tidak kami keluarkan, justru kami salah. Tapi orang-orang justru mempertanyakan kenapa kok dikeluarkan. Padahal kami mengacu kepada aturan yang ada,� tandas mantan Kapolsek Ujungpangkah ini, Kamis (12/2) kemarin.

Zamzani menambahkan, pihaknya telah memberikan saran kepada MUI Sangkapura bila ingin membawa kasus Ali Akbar ke jalur hukum. Yakni harus dilaporkan ke Polsek Tambak sebab TKP-nya di Desa Diponggo Kecamatan Tambak Bawean. �Tapi kalau kasus ini diselesaikan dengan jalan musyawarah, maka harus digelar kembali pertemuan antara Muspika, MUI, dan ulama,� ujarnya. Laporan yang diterima kepolisian dari MUI dan Muspika Sangkapura, dalam menjalankan praktik pengobatan alternatifnya, pelaku memasukkan unsur aliran menyimpang dari ajaran Islam. Misalnya mengubah bacaan syahadat. Bahkan sampai menginjak kitab suci Al Quran.

Namun, pelaku mengaku hanya menganggap Al Quran sebagai pegangan dalam menjalankan ritual pengobatan. Dia juga mengaku tidak menginjak Al Quran, tapi hanya menaruh kitab suci umat Islam itu di bawah kakinya.

Demo Kerahkan Pasien

Ketua Pengurus Cabang NU Bawean Ir H Syariful Mizan mengatakan, Muspika telah memperingatkan Ali Akbar agar menghentikan praktik pengobatannya itu, Selasa (27/1) lalu. Awalnya dia bersedia, tapi tak lama kemudian kesepakatan itu dilanggar. Dengan mengerahkan massa pasiennya, Rabu (28/1), Ali Akbar mendesak Muspika mencabut larangan membuka praktik pengobatannya itu. �Karena dianggap sudah meresahkan warga, Muspika akhirnya mengusir Ali Akbar dari desanya,� katanya.

Tapi peringatan tersebut tetap tak diindahkan. Terbukti di Desa Daun, Ali Akbar tetap membuka praktik pengobatan. Bahkan, karena banyaknya pasien yang berobat, Ali Akbar juga mendirikan ruang rawat inap. Biaya pengobatan ada yang digratiskan, tapi ada juga yang mencapai Rp 6 juta. Warga desa pun banyak yang percaya dengan kehebatan Ali Akbar yang bisa menyembuhkan penyakit, apalagi dengan penampilannya yang berambut gondrong dan memakai kalung taring. Ya angker seperti dukun. �Awalnya warga tidak percaya, namun setelah berobat ada yang sembuh, ditambah beredar kabar dari mulut ke mulut, itulah yang menjadikan nama Ali Akbar terkenal meski sebagian pasien masih tetap tak bisa disembuhkan,� katanya.

Sebagian saksi menyebut, saat melakukan ritual pengobatan, Ali Akbar mengajak pasiennya mengagungkan dirinya seperti tuhan. Bahkan dia sempat membuat pemakaman di salah satu bukit di Desa Daun yang jika dirinya mati, warga diminta memuja makamnya. Meski demikian Ali Akbar menolak dianggap melecehkan Islam. Dia mengaku bisa menyembuhkan orang sakit setelah lama bersemedi di beberapa makam leluhur Desa Sangkapura.

Secara terpisah, Abdul Basit Karim dari LSM Gerbang Bawean yang sempat mengikuti penangkapan Ali Akbar mengaku, dirinya sempat berdialog dengan sang dukun yang diduga menganut ajaran sesat itu. Kepada Basit, Ali Akbar mengatakan bahwa dirinya sekarang sudah tidak mau berhubungan dengan manusia. Karena itu, sekarang menyepi di Gunung Temu Kunci. Di gunung itu pengikut Ali Akbar tengah bekerja membuat padepokan dan kuburan untuknya. �Silakan foto kuburan yang saya buat, tapi setelahnya kamu (Abdul Basit, Red.) akan mati,� ujar Ali Akbar sembari mengatakan jika dia sebenarnya sudah mati. Sedang yang ada sekarang Ki Ageng Temu Kunci. (*)

source: http://news.pulaubawean.com